"Juga, beri mereka gambaran tentang bagaimana kita melihat masa depan kita. Kita ingin merasa didengar dan pekerjaan kita dihargai."
7. Ekspektasi yang tidak masuk akal dari atasan
Jika kita bekerja hingga larut malam setiap hari, bahkan juga harus bekerja di akhir pekan tanpa kompensasi, kemungkinan atasan berusaha mengambil keuntungan dari karyawan.
Baca Juga:
Rapat Persiapan Hari Jadi Kabupaten Karo ke-80,Panitia Adakan Berbagai Perlombaan
"Lingkungan kerja yang beracun adalah lingkungan di mana tidak ada komunikasi dan atasan tidak menghormati atau responsif terhadap kebutuhan kita," kata Sullivan.
"Saya rasa kita harus bisa berkomunikasi. Kita harus bisa meminta bantuan."
8. Kehidupan pribadi dan kerja yang tidak seimbang
Banyak dari kita yang bekerja di rumah, di mana batasan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari menjadi samar.
Baca Juga:
DPKP Sumedang Gelar Gerakan Pangan Murah di Darmaraja Jelang Ramadhan 1447 H
Tetapi, ketidakseimbangan antara kehidupan sehari-hari dan pekerjaan bukan hanya terjadi saat kita bekerja dari rumah, melainkan juga ketika kita mengalami stres saat tidak bekerja.
"Ketika kita memikirkan lingkungan kerja yang beracun, hal itu memengaruhi orang-orang yang kita sayangi dan pada akhirnya memengaruhi kesehatan kita," ungkap Sullivan.
Mengatasi lingkungan kerja toxic