JABAR.WAHANANEWS.CO, PURWAKARTA — Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein telah memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta untuk menonaktifkan Dedi Mulyadi dari jabatannya sebagai Kepala SDN Sawahkulon.
Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas kontroversi pengumuman sekolah yang mewajibkan siswa mengenakan pakaian Lebaran pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri.
Baca Juga:
Perjalanan Kereta Api Purwakarta-Ciganea Terganggu Akibat Longsor dan Genangan Air
Saepul Bahri menyatakan kebijakan tersebut dianggap sensitif dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa.
"Saya minta pihak Disdik Purwakarta hari ini juga menonaktifkan Kepala SDN Sawahkulon. Pengumuman yang dibuat pihak sekolah itu jelas bikin gaduh, dan tidak memikirkan kondisi para orang tua pelajar," kata Saepul Bahri, Selasa (8/4/2025).
Ia menekankan pentingnya pertimbangan matang dalam pengambilan kebijakan sekolah, mengingat potensi kesulitan ekonomi yang dihadapi beberapa keluarga.
Baca Juga:
PLN UP3 Purwakarta Gelar Apel dan Doa Bersama Siaga Amankan Pasokan Listrik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Kewajiban mengenakan pakaian Lebaran, kata Saepul Bahri, tidak mendasar dan justru memberatkan orang tua siswa. Ia khawatir kebijakan tersebut akan menghalangi siswa yang tidak mampu membeli pakaian baru untuk mengikuti proses belajar mengajar di hari pertama.
Sementara itu Kepala SDN Sawahkulon, Dedi Mulyadi, membenarkan adanya pengumuman tersebut namun menyatakan telah meralatnya.
"Iya benar, tapi pengumuman untuk memakai baju lebaran itu sudah kita ralat," kata Dedi.