"Ini anak suka ngamuk naik ke atap terus lemparin genteng. Uyutnya lagi tidur disiram pakai air biar bangun karena mau minta uang. Saya juga pernah diancam pakai golok karena tidak kasih uang. Ditanya dapat golok dari mana, katanya beli dari orang lain Rp 300 ribu," beber Ki Abad.
Pihak keluarga pun mengaku senang Kang Dedi merehabilitasi anak itu ke Ponpes Cireok dengan metode santri. Sebab banyak yang menduga kelakuan anak itu berubah drastis karena gangguan jin.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Soalnya kemarin ini baru digebukin sama orang dewasa sampai luka, bengep, sekarang sudah enggak apa-apa. Terus kemarin buat efek jera itu sama mereka (pemuda yang menangkap) diikat di pohon di hutan, ditinggal, kemudian dicek sudah tidak ada. Terus kalau naik ke atap itu loncat dari rumah ke rumah tidak ada takutnya. Orang nyangka ini anak ada jinnya," ucapnya.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sang bocah pun tiba di Ponpes Cireok. Di tempat ini, ia akan direhabilitasi dengan metode santri sambil melanjutkan pendidikannya.
"Mudah-mudahan diobati langsung sembuh," ujar Kang Dedi Mulyadi.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Seperti diketahui bukan kali ini saja Dedi melakukan rehabilitasi terhadap warga. Sudah banyak warga mulai dari anak-anak hingga dewasa yang ia rehabilitasi di Ponpes Cireok.
Bahkan beberapa dari mereka kini telah hidup normal dan ada juga yang melanjutkan sekolah di pesantren yang berada di Cijaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta tersebut.
[kaf]