Selain itu ada juga produk mebel dan kain yang seluruhnya terdapat di Indonesia dengan kualitas bersaing.
Menurut Dedi dengan membatasi atau berpuasa impor maka produk dalam negeri akan banyak dibeli oleh masyarakat.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
Bahkan ke depan dengan semakin banyaknya peminat bukan tidak mungkin produsen akan terus meningkatkan kualitas produk.
"Dengan seperti itu maka regulasi produk lokal bisa berjalan, orang Indonesia bisa makan dan dapat THR. Maka puasa pejabat itu berhasil dan produk dalam negeri bisa ikut Lebaran," ucapnya.
Bagi Dedi puasa dari impor lebih bermakna dibanding dengan berbagi ratusan paket sedekah.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Sehingga walaupun perut pejabat sedang puasa tetapi impor masih jalan terus maka hal tersebut hanya bermakna bagi diri sendiri tapi tidak untuk orang lain.
"Berpuasalah dari keinginan selalu impor agar produk dalam negeri bisa lebaran," ujar Kang Dedi Mulyadi. [non]