Juhana mengontrak bangunan tersebut sampai tahun 2017.
Tahun 2018, dia bisa membeli bangunan yang semula dia kontrak.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
Bahkan kini dia memperluasnya menjadi berukuran 7x5 meter.
"Sekarang tinggal suksesnya. Dalam sehari omzet sekitar Rp 4-5 juta. Mungkin uang bersihnya, sudah dipotong belanja dan gaji pegawai, Rp 1 juta. Jadi sebulan bersihnya sekitar Rp 30 juta," kata Juhana.
Minggu petang, hujan mengguyur Jatinangor.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Suara ujung-ujung hujan berkelindan dengan cekatannya tangan Juhana melayani pelanggan yang duduk-duduk hanya di bangku kayu.
Warjem menjadi buruan semua orang, apalagi harga-harganya murah, dari mulai gorengan yang Rp 1.000 hingga nasi goreng Rp 14 ribu.
Menurut Juhana, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini penjualannya tetap stabil.