Dia pun menyebut bahwa apa yang dilakukan Ubedillah hanyalah panjat sosial semata untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi.
"Pelapor harus tahu ada dampaknya, apalagi pelapor ASN, dampak itu yang harus disiapkan. Kalau kita sudah siap, alat bukti itu nggak cukup."
Baca Juga:
PLN dan Pemkot Jakarta Barat Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Kelistrikan Fasilitas Publik
"Kalau lapor kan, saya ngelaporin mbak juga bisa, ngelaporin tukang bajaj lagi lewat bisa, tapi kalau saya melaporkan Gibran itu menjadi pansos," terang Bambang.
Selain itu, Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti juga membantah dugaan adanya motif politik Ubedillah atas laporannya tersebut.
Menurutnya, yang dilakukan Ubedillah Badrun hanyalah tindakan pansos belaka untuk mendapatkan kepopuleran dan perhatian publik.
Baca Juga:
Peringatan Hari Bhayangkara Ke- 80,Personel Berprestasi Dapat Penghargaan Dari Bupati Karo
"Motifnya kan bukan politik, kalau bagi saya motifnya motif kampungan, motif pansos [panjat sosial]," kata Bambang.
"Nggak ada motif politik, ini nggak ada. Ini pansos saja, panjat sosial pelapor saja. Panjat sosialnya berhasil," lanjutnya.
Ubedillah yang juga hadir dalam acara tersebut kemudian langsung membantah tuduhan motif pansos yang dikatakan Bambang.