Untuk tahap awal, kata Prof. Reiza, pihaknya telah menyiapkan program kerja periode lima tahun pertama, mulai tahun 2022 hingga tahun 2027.
Pada tahap pertama ini, pengembangan desa di antaranya akan diarahkan untuk memiliki mesin pengolah sampah.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Pembuatan instalasi pengolah sampah ini dilakukan oleh Dosen Fakultas Peternakan Unpad Dr. Muhamad Fatah Wiyatna, M.Si.
“Melalui instalasi pengolahan sampah ini, Desa Mirat juga akan kita kembangkan menjadi destinasi wisata edukasi berbasis sampah,” ujar Prof. Reiza.
Dengan demikian, penguatan kawasan wisata Desa Mirat ini merupakan partisipasi aktif peneliti Unpad.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
“Kita juga akan ada tenaga ahli yang akan mengelola limbah pertanian dan peternakan yang dikaji melalui riset disertasi,” kata Prof. Reiza.
Sementara itu Prof. Hendarmawan menyampaikan, pihaknya akan mengupayakan pengusulan pengadaan air untuk Desa Mirat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pengadaan air di Desa Mirat diharapkan akan memberikan kontribusi besar, tidak hanya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga bagi upaya pengembangan sebagai desa wisata sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan yang telah disusun.