“Pandangan saya, yang ditawarkan NFT lebih pada pernyataan/sertifikat keaslian atas kepemilikan aset digital, terpisah dari aset fisiknya,” kata Ritchi.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Perlu Pengetahuan
Ritchi menjelaskan, dengan cara tertentu, blockchain secara melekat merekam timestamp data pada seluruh transaksi
Perekaman ini menunjukkan pendanaan permanen atas kepemilikan di seluruh Distributed Ledger.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Blockchain akan menyajikan seluruh informasi yang dibutuhkan mengenai kapan NFT diperdagangkan, siapa yang terlibat, dan berapa banyak yang telah dibayar.
Untuk itu, ketika seseorang mengunggah menjadi token NFT, maka aset tersebut tidak dapat dihilangkan dari Distributed Ledger, atau bentuk penerapan ledger untuk penyimpanan data dan pendistribusiannya kepada seluruh pengguna.
Karena tidak bisa dihilangkan, maka perlu kewaspadaan dalam mengunggah suatu aset ke lokapasar.