Ia juga belajar menghargai waktu dan kerja sama. “Di pasukan, semua harus kompak,” ujarnya.
Latihan keras selama dua bulan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berani menghadapi tantangan. “Sekarang aku lebih tahan. Rasa capek nggak masalah, asal hasilnya baik,” tambahnya.
Baca Juga:
Enam Tokoh Senior PDI Perjuangan Terima Penghargaan "Leit Star"
Cita-cita yang Membumbung Tinggi
Meski dikenal sebagai komandan cilik yang tegas, Mayra menyimpan impian yang lembut. “Aku pengin jadi dokter gigi,” ujarnya mantap.
“Aku suka banget lihat orang senyum. Kalau giginya sehat, senyumnya jadi indah, dan aku pengin bantu orang supaya bisa senyum tanpa takut.”
Baca Juga:
Google Tegaskan Tak Jual Chromebook, Klaim Hanya Penyedia Lisensi di Tengah Kasus Nadiem
Bagi Mayra, menjadi dokter gigi adalah cara lain untuk berbuat baik bagi banyak orang.
“Aku belajar dari RUKIBRA, kalau mau bantu orang itu butuh ketekunan dan tanggung jawab. Sama kayak dokter, harus teliti dan nggak boleh asal-asalan,” katanya.
Generasi Kecil dengan Semangat Besar