JABAR.WAHANANEWS.CO — Misi kemanusiaan praja IPDN dan ASN Kemendagri membantu masyarakat Aceh Tamiang membangun kembali sistem birokrasi pasca bencana banjir bandang berlangsung, genap satu bulan dilaksanakan.
Sebanyak 861 orang praja dan 273 ASN Kemendagri dikerahkan dengan total 1.136 orang yang terbentuk dalam Satuan Tugas Pemulihan Bencana Aceh hadir membantu masyarakat disana untuk pemulihan wilayah.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Sambut Wakil Rektor IPDN, Monitoring Magang Tingkat III Praja di Command Center IPP
Total 38 gedung di Komplek Kantor Pemerintahan Aceh Tamiang yang terdiri atas 32 kantor dinas pemerintahan, 3 sekolah dan 3 gedung serbaguna serta 42 hektar lahan berhasil dibersihkan untuk dapat difungsikan kembali oleh masyarakat sekitar.
Mendagri Tito Karnavian yang hadir di Aceh untuk memimpin upacara penutupan kegiatan misi kemanusiaan ini mengatakan, tujuan utama kehadiran praja IPDN difokuskan pada kegiatan pembersihan dan revitalisasi kantor-kantor layanan publik yang terdampak.
"Penugasan ini bukan hanya misi kemanusiaan semata, tapi juga bentuk nyata dari pelatihan kepemimpinan yang merupakan bagian dari kurikulum IPDN. Mereka berhadapan langsung dengan masalah yang riil dilapangan,” ujar Tito dalam siaran pers IPDN, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga:
Bupati Palas Menerima Kunjungan Siswa-Siswi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Dari 18 Kabupaten/Kota terdampak bencana banjir, praja dan ASN Kemendagri fokus membantu di 6 lokasi yakni Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun dan Pidie Jaya.
Menurutnya, pemulihan pemerintahan merupakan indikator utama kebangkitan suatu daerah pasca bencana.
"Jadi praja terlebih dahulu fokus membersihkan kantor-kantor dinas pemerintahan. Kita fokus pada kantor sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan ASN untuk bekerja kembali, karena pemerintahan yang pulih akan menguatkan kordinasi, pengambilan keputusan dan pelayanan publik yang nantinya akan juga membantu memulihkan ekonomi," tuturnya.