“Sampai saat ini sudah lebih dari 500 warga Kota Bandung yang berhasil diterima bekerja. Belum termasuk peserta dari luar Kota Bandung karena memang tidak kami data secara khusus,” ungkap Ilham.
Sementara itu, Cahyadi Maulana menjelaskan, masyarakat yang ingin mengikuti Job Fair Future Connect 2026 diwajibkan mendaftar melalui aplikasi NEW BIMMA atau melalui situs Disnaker Kota Bandung. Saat ini, aplikasi NEW BIMMA telah dilengkapi fitur Ticketing Job Fair yang berfungsi sebagai tiket masuk bagi peserta.
Baca Juga:
Ridwan Kamil Buka Suara Soal Gugatan Cerai Atalia Praratya di Pengadilan Resmi
“Sekarang di NEW BIMMA sudah tersedia layanan Ticketing Job Fair yang menjadi tiket masuk ke acara job fair. Setelah peserta berada di lokasi, mereka dapat langsung melamar ke perusahaan yang dituju melalui aplikasi NEW BIMMA,” jelas Cahyadi.
Ia memaparkan, melalui fitur job matching di NEW BIMMA, pencari kerja dapat melihat persentase tingkat kecocokan pada setiap lowongan pekerjaan sehingga lebih mudah menentukan perusahaan yang sesuai dengan kompetensi dan profil yang dimiliki.
Cahyadi juga mengingatkan para pencari kerja untuk mengisi profil di aplikasi NEW BIMMA secara lengkap. Menurutnya, profil tersebut menjadi representasi curriculum vitae (CV) yang akan dilihat langsung oleh perusahaan.
Baca Juga:
‘Skyward Project‘ Hadirkan Liburan Seru Anti Mainstream di Kota Bandung
“Profil di NEW BIMMA pada dasarnya seperti CV. Jadi, lengkapi data pendidikan, pengalaman, keterampilan, hingga sertifikat yang dimiliki agar perusahaan semakin tertarik,” ujarnya.
Menanggapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, Cahyadi menjelaskan, Disnaker Kota Bandung terus menghadirkan berbagai pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan daya saing pencari kerja. Pelatihan tersebut meliputi public speaking, digital marketing, serta berbagai pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk memiliki kompetensi tambahan. Karena itu, Disnaker Kota Bandung menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis kompetensi, seperti public speaking, digital marketing, dan pelatihan lainnya. Kompetensi tambahan ini terbukti menjadi nilai lebih yang dibutuhkan perusahaan saat merekrut tenaga kerja,” kata Cahyadi.