Feri memaparkan memaparkan akibat masalah ini, terjadi keterlambatan pengangkutan sampah sampai 50 persen.
Normalnya setiap hari volume sampah yang masuk ke TPSA Ciangir mencapai 200 ton. Dengan adanya kendala ini, sampah hanya bisa masuk separuhnya, 100 ton per hari.
Baca Juga:
Modus Suap DPRD OKU, Pokir Diubah Jadi Proyek Bernilai Miliaran
Selain itu, karena tidak dibereskan oleh alat berat, proses pembuangan sampah di TPSA juga jadi tak beraturan. Sampah dicurah dump truck bukan di tempat yang semestinya.
"Terhambat sampai 50 persen, mekanisme pembuangan sampah juga jadi terganggu," kata Feri.
Ia mengaku sudah melakukan upaya-upaya penanganan. Salah satunya meminta bantuan dinas PUPR untuk meminjam alat berat.
Baca Juga:
Gubernur Riau Minta PUPR-PKPP Siaga 24 Jam Pastikan Kenyamanan Jalur Mudik
"Kami coba atasi dengan meminjam alat berat milik Dinas PUPR, kemudian untuk sementara kami juga melakukan penyewaan alat berat," kata Feri. Upaya itu dilakukan agar masalah penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara bisa diatasi.[zbr]