"Banjir akibat meluapnya air sungai Cikeruh, sungai Cikeruh sendiri hulunya berasal dari atas di daerah Sukasari Manglayang," terang Uus.
Sementara itu, Kepala Desa Cileles Duduy Abdul Holik mengatakan banjir yang menerjang kawasan Cileles tepatnya di Kampung Cileles, Dusun Mekarjaya, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor terjadi pada sore hari. Banjir selain diakibatkan hujan deras juga akibat dampak dari adanya sistem pembuangan air dari Tol Cisumdawu.
Baca Juga:
Kapolri Tegaskan Pelaku Pemukulan Jurnalis Bukan Ajudannya, Siap Tindak Tegas
"Banjir di antaranya akibat dampak adanya saluran pembuangan air Tol (Cisumdawu), dulu tidak pernah banjir tapi sekarang dengan adanya saluran pembuangan air tol jadi sering banjir, itu kan sistem saluran airnya kan kecil jadi tidak bisa tertampung," ungkap Duduy kepada wartawan.
Duduy menyebutkan banjir mengakibatkan terendamnya halaman masjid, satu rumah warga dan ruang sekolah tsanawiyah. Selain itu, lahan pesawahan warga pun turut terdampak kurang lebih 15 hektar.
"Untuk lahan pesawahan yang terendam banjir ada di dua titik, yakni blok Cileles da blok Cahayasari," ungkapnya.
Baca Juga:
Hadiri ’Brainstorming’ Bertajuk “Menjaga dan Menghidupi Warisan Batak”, Ini Kata Wakil Bupati Taput
Saat ini, kata Duduy, pihaknya masih mendata apa-apa saja yang terkena dampak dari banjir yang terjadi. "Saat ini saya masih data dan pantau apa saja yang terkena dampak," ujarnya. [rda]