WahanaNews-Jatinangor | Hujan deras menerjang sejumlah titik di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengakibatkan meluapnya aliran sungai hingga banjir dan merendam puluhan rumah warga, Selasa (19/4/2022) sore.
Berdasarkan laporan kepala desa dan perangkat desa bahwa sejumlah titik yang mengalami banjir di antaranya di Desa Cikeruh, Desa Cipacing, Desa Sayang, Desa Hegarmanah dan Desa Cileles.
Baca Juga:
Kapolri Tegaskan Pelaku Pemukulan Jurnalis Bukan Ajudannya, Siap Tindak Tegas
Salah seorang staf Desa Cikeruh Uus mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Jatinangor.
Banjir menggenangi jalan Desa Cikeruh dengan ketinggian air kurang lebih mencapai satu meter lebih.
"Banjir di antaranya menerjang kawasan di RW 7, RW 8, RW 9 dan RW 10," ungkap Uus kepada wartawan, Rabu (20/4/2022).
Baca Juga:
Hadiri ’Brainstorming’ Bertajuk “Menjaga dan Menghidupi Warisan Batak”, Ini Kata Wakil Bupati Taput
Berdasarkan pendataan awal dari Kepala Desa dan perangkat Desa Cikeruh yang langsung terjun kelapangan, jumlah rumah yang terendam banjir tercatat ada sekitar 33 rumah dengan 36 Kepala Keluarga (KK).
"Data awal ada 33 rumah yang terendam banjir dengan 36 jumlah KK-nya, kami masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan," tutur Uus.
Uus menjelaskan, banjir disebabkan meluapnya aliran Sungai Cikeruh diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi.
"Banjir akibat meluapnya air sungai Cikeruh, sungai Cikeruh sendiri hulunya berasal dari atas di daerah Sukasari Manglayang," terang Uus.
Sementara itu, Kepala Desa Cileles Duduy Abdul Holik mengatakan banjir yang menerjang kawasan Cileles tepatnya di Kampung Cileles, Dusun Mekarjaya, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor terjadi pada sore hari. Banjir selain diakibatkan hujan deras juga akibat dampak dari adanya sistem pembuangan air dari Tol Cisumdawu.
"Banjir di antaranya akibat dampak adanya saluran pembuangan air Tol (Cisumdawu), dulu tidak pernah banjir tapi sekarang dengan adanya saluran pembuangan air tol jadi sering banjir, itu kan sistem saluran airnya kan kecil jadi tidak bisa tertampung," ungkap Duduy kepada wartawan.
Duduy menyebutkan banjir mengakibatkan terendamnya halaman masjid, satu rumah warga dan ruang sekolah tsanawiyah. Selain itu, lahan pesawahan warga pun turut terdampak kurang lebih 15 hektar.
"Untuk lahan pesawahan yang terendam banjir ada di dua titik, yakni blok Cileles da blok Cahayasari," ungkapnya.
Saat ini, kata Duduy, pihaknya masih mendata apa-apa saja yang terkena dampak dari banjir yang terjadi. "Saat ini saya masih data dan pantau apa saja yang terkena dampak," ujarnya. [rda]