WahanaNews-SUMEDANG | Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat Suryana mengatakan petani tembakau di Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Berdasarkan catatan yang ada, dari 27 kelompok tani tembakau pada 2009, kini jumlahnya mencapai 233 kelompok tani tembakau.
Baca Juga:
Petani Tembakau di Sumedang Terima Bantuan Ternak dari Diskanak Sumedang
"Dari lahan sekitar 2.500 hektar perkebunan tembakau, ada sekitar 250 ton tembakau yang dihasilkan dari Kabupaten Sumedang per musimnya," ujarnya.
Suryana juga menjelaskan, sentra komoditas tembakau di Kabupaten Sumedang dibagi ke dalam tiga jenis sentra. Pertama untuk sentra budidaya banyak terdapat di wilayah Darmawangi (Tomo), Ujungjaya, Parugpug , Jatigede dan Tanjungsari.
Kemudian untuk sentra pengolahan, banyak terdapat di Sukasari, Tanjungsari dan Pamulihan.
Baca Juga:
DBHCHT Sebagai Upaya Menurunkan Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem di Sumedang
"Selanjutnya ada sentra pabrik lintingan , yaitu Sukasari, Tanjungsari dan Darmaraja," ucapnya.
Komoditas tembakau Sumedang sendiri, lanjut Suryana, telah mampu mendistribusikan hasil produksinya ke berbagai daerah di Indonesia bahkan menjadi salah satu pemasok produksi rokok pabrikan.
"Sumedang sudah menjadi pasar internasional tembakau, seluruh daerah di Indonesia, termasuk untuk pabrikan ada sebagiannya berasal dari tembakau Sumedang," ujarnya.