Ia mengingatkan bahwa daya tarik kawasan industri modern sering kali membutuhkan waktu, apalagi dalam iklim global yang masih dipenuhi ketidakpastian.
“Investor yang serius tentu menilai faktor jangka panjang, bukan hanya angka penjualan jangka pendek,” tegasnya.
Baca Juga:
Penegakan Hukum Sampah Diperkuat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Tata Kelola Wajib Berbenah Total
Sebelumnya, Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja menegaskan pihaknya terbuka terhadap berbagai langkah korporasi demi memperkuat Subang Smartpolitan.
“Kami masih menggodok terus aksi korporasi maupun kolaborasi yang kami akan lakukan di masa depan, dan memang di Subang Smartpolitan ini banyak sekali kan, terutama di infrastruktur, utilitas, dan layanan penunjang,” ungkap Johannes.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa Subang Smartpolitan harus menjadi contoh bagaimana konsep aglomerasi dijalankan dengan konsisten.
Baca Juga:
Hutang Pemkot Subulussalam menunggak puluhan miliar rupiah,rekanan segel tiga kantor SKPK di Subulussalam.
Menurutnya, keberadaan kawasan ini akan memperkuat integrasi antara pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, serta jaringan tol Trans Jawa.
“Inilah esensi aglomerasi, ketika titik-titik pertumbuhan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang,” katanya.
Ia pun mendorong agar pemerintah pusat dan daerah turut memastikan keberlanjutan regulasi, penyediaan utilitas publik, serta konektivitas logistik yang memadai.