JABAR.WAHANANEWS.CO — Memasuki hari keempat atau H+3 Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), stasiun-stasiun di wilayah operasional KAI Commuter Wilayah 2 Bandung dipadati oleh pengguna musiman yang didominasi oleh keluarga dan anak-anak.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, bertepatan dengan masa libur sekolah yang telah dimulai, Commuter Line Bandung Raya dan Walahar menjadi pilihan transportasi favorit masyarakat untuk menikmati destinasi wisata di pusat Kota Bandung dan sekitarnya.
Baca Juga:
Jalan Buahbatu Ditata, Kabel Udara Dibersihkan untuk Perbaiki Keselamatan dan Estetika
“KAI Commuter mencatat antusiasme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung sangat tinggi akhir pekan menuju akhir tahun 2025. Tren kenaikan volume pengguna sudah terlihat sejak awal masa posko (18-21/12) yang menembus angka rata-rata lebih dari 55 ribu orang per hari,” ujar Karina, dikutip Senin (22/12/2025).
“Sehingga total pengguna Commuter Line Wilayah 2 Bandung selama posko nataru berlangsung sebanyak 213.070 orang,” imbuh Karina.
Sepanjang weekend, kata Karina, pergerakan pengguna didominasi oleh wisatawan lokal yang hendak menghabiskan waktu liburan di berbagai titik strategis yang terintegrasi dengan stasiun.
Baca Juga:
Siskamling Siaga Bencana Jadi Wadah Dialog Penataan Lingkungan RW Delapan Ancol
“Hingga siang ini (21/12) pukul 14.00 WIB, tercatat volume pengguna Commuter Line Wilayah 2 Bandung sebanyak 46.795 orang. Jika dibandingkan dengan hari kemarin (20/12), volume pengguna menyentuh di angka 63.141 orang, diprediksi hari ini akan lebih banyak pengguna yang menggunakan Commuter Line Lokal,” katanya.
Karina menjelaskan, selama masa posko nataru berlangsung, Commuter Line Bandung Raya menjadi primadona pilihan masyarakat bandung, tercatat selama masa posko nataru (18-21/25) sebanyak 109.503 orang, disusul dengan Commuter Line Walahar sebanyak 52.255 orang, lalu Commuter Line Garut sebanyak 35.689 orang, serta Commuter Line Jatiluhur sebanyak 15.184 orang.
"Commuter Line Wilayah 2 Bandung menawarkan akses mudah ke berbagai destinasi wisata sejarah dan kuliner tanpa harus terjebak kemacetan jalan raya. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang ingin mengisi waktu libur sekolah.", ujarnya.