Nasib PAN yang tidak memiliki kursi di DPRD Kabupaten Cirebon menurutnya, pasti akan dialami Demokrat ke depan.
Kecuali, lanjut Erawan, orang-orang yang ada di Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Demokrat diganti. "BPOKK pusat harus dikebumikan terlebih dahulu," katanya.
Baca Juga:
Prabowo Singgung Pilpres 2029, Sebut AHY Bisa Berdampingan dengan Gibran
Ia pun menyoroti terpilihnya Heriyanto yang secara tiba-tiba langsung menjadi Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cirebon atas keputusan BPOKK DPP partai ini yang di dalamnya ada AHY.
Sebab, ia menuding, BPOKK tidak menilai sepak terjang seseorang dalam memutuskannya. Padahal, telah menabrak AD/ART partai.
"Sekonyong-konyong bahwa seseorang bisa-bisanya di tunjuk DPP dalam posisi penting. AHY ke mana pola pikirnya? Kalau banyak kader, konstituen, dan simpatisan yang tersakiti, maka pengurus ranting di desa-desa tidak akan bekerja. Karena memang mereka mau menunjukan pemboikotan suara besar-besaran dari Jabar Vlll. Sebab DPP tidak peduli lagi terhadap keadaan di daerah," katanya.
Baca Juga:
Kongres VI Partai Demokrat, AHY Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum
Menurut Erawan, suhu politik di internal Demokrat di Kabupaten Cirebon terus bergejolak. Sebab, Heriyanto saat menjadi Plt Ketua DPC Demokrat telah melakukan pola-pola yang tidak sesuai aturan partai. Yakni kata dia, menonaktifkan para PAC lama tidak menggunakan mekanisme yang ada dan ia anggap salah kaprah.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cirebon, Heriyanto, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan selulernya tidak merespon. [tsy]