“Ketika kemudian ingin melanjutkan SMA, ibunya curhat terus dengan saya tentang kondisi keuangan. Kemudian saya tanya mau daftar kemana? Kalau pengen jadi ustad, ikuti wasiat orang tua, ikut Abi (KBS- red) ke Indramayu (Cabang Pondok Pesantren). Akhirnya saya kasih link pendaftaran. Saya setor uang pendaftarannya,” lanjut KBS menjelaskan.
Setelah LB resmi menjadi santri, di Indramayu, KBS terbang ke Arab Saudi sehingga tak ada lagi interaksi dengan LB. “Dan ketika ia (LB- red) datang sebagai santri baru tanggal 17 Juli saya sudah ada di Saudi, tidak ketemu saya,” tutur KBS.
Baca Juga:
Anggota DPR RI Maruli Siahaan Hadiri Rapat Panitia Perayaan Paskah Raya HKBP Medan 2025
“Ketika diambil, dengan alasan kemudian menangis, itu juga saya belum nyampe Indonesia. Saya sampai tanggal 27, dia diambil pada tanggal berapa sebelumnya itu tanggal 24 atau 25,” sambungnya.
“Istri saya kroscek ke pengasuh pondok dari asrama, dia mengatakan ibunya nelpon terus dan setiap nelpon menangis. Jadi tidak ada gitu kan, alasan dari mana dia kemudian jadi korban saya sebagai seorang muslim. Demi Allah saya siap dilaknat dunia akhirat. Saya tidak pernah melakukan hal-hal yang senonoh,” tambah KBS.
Di akhir keterangannya, KBS menegaskan, bahwa kabar dirinya telah melakukan tindakan asusila adalah hoaks dan merupakan rekayasa dari pihak yang tidak diketahuinya. “Itu rekayasa kasus nggak tahu siapa yang merekayasa,” pungkasnya. [rsy]