“Itu rekayasa kasus. Saya seorang muslim, Demi Allah dilaknat oleh Allah dunia akhirat, tidak pernah melakukan hal yang senonoh kepada Labib,” kata KBS melalui video yang dikirimkan oleh pria berinisial AS yang juga pengurus Yayasan, pada Minggu 18 September 2022, kemarin.
Dalam video yang telah beredar di grup WhatsApp itu, KBS me-rasionalisasi ketidakmungkinan dirinya terlibat dalam aksi asusila yang tidak bersalah pada dirinya.
Baca Juga:
Anggota DPR RI Maruli Siahaan Hadiri Rapat Panitia Perayaan Paskah Raya HKBP Medan 2025
“Saya sampaikan, kelas satu dia saya sempat temukan donatur untuk membayar syariah bulanan, dan tidak pernah pernah dilakukan oleh saya. Sebagai anak yatim, pas kelas dua saya pindah ke Indramayu, kelas 2 kelas 3,” kata KBS.
KBS juga memaparkan aktivitasnya saat berkunjung ke Pesantren SAAB, Kota Depok. Ia mengaku, tak banyak berinteraksi dengan LB, selain untuk kepentingan bersedekah kepada LB.
“Dan ketika kemudian ketika saya menginap ke Depok saya juga tidak pernah berinteraksi dengan Labib, kecuali kasih jajan biasanya selalu (ketika- red) saya ingin pulang,” ungkapnya.
Baca Juga:
Sambutan Hangat untuk Gubernur dan Wagub Sumut di Kualanamu: DPR RI dan Relawan Palito Hadir
Ia juga mengaku heran dengan munculnya tuduhan tersebut. Lantaran dalam beberapa tahun menimba ilmu di Pesantren, LB tidak pernah ada masalah.
“Dan selama tiga tahun di Pesantren Sains Al-Qur'an (PSQ) Al-Abror Kota Depok, dia (LB- red) tidak pernah ada masalah. Cek guru-guru, tidak pernah ada masalah selama tiga tahun,” tambah dia.
Hanya saja, sambung KBS, ketika LB hendak melanjutkan studinya ke jenjang SMA, ibu kandung LB banyak bercerita tentang kesulitan perekonomiannya. Hingga KBS mengaku hendak memberikan bantuan.