WahanaNews-Jabar | Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo atau Darmo bercerita bagaimana kondisi pelayanan PLN 2,5 tahun yang lalu. Pada waktu itu PLN sudah mencoba untuk digitalisasi.
Darmo mengatakan pada waktu itu, PLN sudah memiliki aplikasi layanan yakni PLN Mobile. Namun, ia terkejut dari 500 orang mendownload aplikasi, tetapi ada sebanyak 450 orang yang uninstall.
Baca Juga:
Butuh Pasokan Listrik Sementara untuk Acara atau Proyek, Pesan lewat PLN Mobile Lebih Mudah dan Aman
"PLN itu ada aplikasi PLN Mobile tetapi aplikasi ini hanya software bagaimana rating pelayanan terhadap pelanggan. Kita kaget dari rating 5.0, ratingnya 2,5 di android," ungkapnya, di Nusa Dua, Bali, ditulis, Selasa (15/11/2022).
"Isinya di sana komplain ada permasalahan ini, petugasnya datangnya lambat sekali, transformasi pertama adalah ko bisa seperti itu," lanjutnya.
Darmo juga bercerita bagaimana pada waktu itu proses melanjutkan komplain pelanggan meski sudah ada aplikasi. Ia mengakui, prosesnya tetap masih manual, oleh sebab itu pelayanannya masih lambat kepada masyarakat.
Baca Juga:
Butuh Listrik Tambahan untuk Acara? PLN Hadirkan Layanan Penyambungan Sementara Lewat PLN Mobile
"Jadi ada komplain, masuk ke dalam list kemudian dimasukkan secara manual oleh petugas kami ke dalam complaint handling system. Kemudian forward ke kantor cabang kami di mana rumah itu berdomisili. Itu 2,5 tahun yang lalu," tuturnya.
"Kemudian ditembakkan ke truk kita, di situ manual juga tidak diukur response time proses bisnisnya," lanjutnya.
Oleh sebab itu, saat ini selama 2,5 tahun PLN melakukan digitalisasi demi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu untuk petugas yang lambat merespon komplain akan dinilai oleh perusahaan.