"Hujan deras yang mengguyur dalam setahun ini banyak infrastruktur yang rusak, diantaranya TPT di dua titik roboh, kemudian saluran irigasi ada yang jebol, diharapkan kepada pemerintah memperhartikan kami juga untuk memperbaiki itu semua," ungkapnya.
Ia pun berharap adanya kompensasi bagi para petani yang lahan pesawahannya terkena dampak banjir. Pasalnya, lahan pesawahan tersebut menjadi tumpuan hidup bagi para petani.
Baca Juga:
Kapolri Tegaskan Pelaku Pemukulan Jurnalis Bukan Ajudannya, Siap Tindak Tegas
"Karena lahan pertanian itu untuk makan, jadi kalau sampai gagal panen maka kasihan sekali para petani ini," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Sumedang pada Jumat (24/12/2021) sore, mengakibatkan banjir menerjang tiga desa di Kecamatan Jatinangor. Belum ada data pasti berapa rumah yang terendam namun tinggi air ada yang mencapai hingga 1 meter lebih.
Tiga desa tersebut yakni Desa Cikeruh, Desa Sayang dan Desa Cipacing. Banjir terparah berada di desa Cipacing, sejumlah rumah yang diterjang banjir beberapa diantaranya masih terendam akibat luapan air yang disertai lumpur.
Baca Juga:
Hadiri ’Brainstorming’ Bertajuk “Menjaga dan Menghidupi Warisan Batak”, Ini Kata Wakil Bupati Taput
Sejumlah warga di Desa Cipacing terlihat membersihkan rumah dan barang-barang miliknya yang sempat terendam oleh luapan air yang disertai lumpur. Bahkan ada beberapa rumah yang masih terendam air dengan ketinggian selutut orang dewasa.
Tidak hanya rumah, sebuah masjid pun sempat ikut terendam akibat besarnya luapan air saat banjir menerjang kawasan tersebut.
Camat Jatinangor Herry Dewantara mengatakan dari tiga Desa yang terkena banjir, Desa terparah yakni Desa Cipacing. Sementara dua Desa lainnya tidak terlalu parah dan sudah surut.