"Lalu, sorgum ini multifungsi, semua bagian dari sorgum itu mulai batang, daun, termasuk pasti buahnya bisa bermanfaat. Salah satunya bisa dijadikan pakan ternak. Apalagi sekarang pakan ternak (jagung) itu lagi naik juga harganya," kata Gin Gin.
Meski ia akui, perlu waktu penyesuaian termasuk pengenalan agar masyarakat bisa menerima sorgum dan pangan lokal lainnya sebagai makanan pokok pengganti beras.
Baca Juga:
Harga Beras di Jepang Nyaris Tembus Rp100 Ribu, Stok Langka dan Panic Buying Meluas
"Beberapa daerah di Indonesia sudah mengembangkan lebih dulu pangan selain beras. Memang tidak mudah juga untuk mengubah kebiasaan masyarakat dari mengkonsumsi beras," ungkapnya.
Menurutnya, salah satu cara untuk mulai membiasakan diri dengan mengonsumsi alternatif pangan lain adalah dengan substitusi.
"Misalnya sehari cukup satu kali konsumsi beras. Kemudian di waktu makan berikutnya bisa dengan non beras untuk mengurangi kebutuhan pangan yang tinggi," pungkas Gin Gin.
Baca Juga:
Perum Bulog OKU Siapkan 50 Ton Beras SPHP untuk Operasi Pasar
[Redaktur: Mega Puspita]