WahanaNews-BOGOR | Bantuan pasca-dua unit rumah tertimbun longsor, di Kampung Got, RT 02/RW 08, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, silih berdatangan.
Kini, giliran Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mendatangi kediaman warga Kelurahan Curug, yang memakan 1 korban meninggal dunia, Ny Manah (57).
Baca Juga:
Golkar Siap Beri Bantuan Hukum ke Ridwan Kamil
Kang Emil, sapaan orang nomor satu di Tatar Pasundan ini, didampingi oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Dedie A. Rachim.
Kang Emil memberikan bantuan santunan Rp 10 juta, 150 paket sembako dan akan renovasi 2 rumah yang terdampak longsor/rusak parah.
“Kejadian bencana banjir yangmemang melanda hampir banyak di Pulau Jawa yang memang dengan waktu bersamaan dimonitor terjadi banjir di Banten, DKI, Jawa Tengah dan khusus Jawa Barat ada 4, sebagian di Bekasi, sebagian di Bogor yang saya kunjungi kemudian Kota Depok, dan yang paling parah, di Kabupaten Garut,” tutur Ridwan Kamil kepada awak media, Rabu (20/7/2022).
Baca Juga:
Minta THR Rp165 Juta ke Pengusaha, Gubernur Jabar Sentil Kades Klapanunggal
Gubernur Jabar pun meminta maaf dikarenakan baru saja mendarat sebagai Jemaah Haji gang, di mana beliau baru dapat mendatangi kediaman warga Kelurahan Curug, Kota Bogor tersebut.
“Kita menyampaikan bantuan dan rasa duka cita kita kepada salah satu yang berpulang dengan dua follow-up, yaitu mengevaluasi, tentunya sistem sungai yang kita cegah untuk tidak terulang lagi tentunya,” ucap Kang Emil.
Kedua, tambah Ridwan Kamil, ia memberikan bantuan tanggap darurat dan rekonstruksi, khususnya untuk dua rumah yang terkena musibah paling luar biasa.
“Pesan saya kepada warga tetap waspada ya di hari-hari mendatang, jika cuaca ekstrem kita harus saling menjaga dan harus saling mempersiapkan diri,” imbuhnya.
Kebencanaan tersebut,menurutnya hidrologis yang di mana merupakan ciri khas yang memang mayoritas, di Jabar adalah kebencanaan yang berhubungan dengan air.
“Tapi penanganan-penanganan anti banjir sudah kita lakukan semaksimal mungkin, jadi Jabar dapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup,” bebernya.
Dalam penyelesaian dan antisipasi bagi penanganan berbasis lingkungan, menurutnya maksimal.
“Jumlah kebencanaan, Insya Allah menurun secara jumlah, jadi mudah-mudahan warisan kita untuk generasi mendatang,” tandas Kang Emil. [rsy]