Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah lV, Samsuri menambahkan, program PTMGRMD selama empat bulan, merupakan program kemandirian perguruan tinggi.
Tujuannya yakni gotong royong membangun desa, dan dukungan serta pioneer pertama adalah Pemkab Sumedang, TNI, Polri, Kejaksaan dan instansi lainnya bersama-sama mengembangkan dan meningkatan kemajuan desa termasuk kompetensi mahasiswa.
Baca Juga:
100 Mahasiswa FST UNIAS Dimagangkan, Plt. Rektor: Jaga Citra dan Nama Baik
Disampaikan Samsuri, program PTMGRMD merupakan implementasi program kampus merdeka, dimana, mahasiswa yang ikut serta pada kegiatan ini seperti kuliah atau dikonversi ke dalam 20 SKS (mata kuliah).
"Intinya program ini sukses untuk piloting satu desa satu kecamatan, sebagai ide gagasan Bupati Sumedang, tahun 2024," tuturnya.
"Kita ingin dicoba di 251 desa, dan sudah ada yang mendaftar 1.010 mahasiswa, masih ada waktu untuk pendaftar lainnya, bahkan sampai saat ini sudah sekitar 2.510 mahasiswa yang mendaftar," sambungnya.
Baca Juga:
Soal Gugatan UU TNI ke MK, Mabes TNI Buka Suara
Tahun ini pun, kata dia, sudah ada enam PTN dan 111 PTS di LLDIKTI Wilayah IV dan lima perguruan tinggi dari luar LLDIKTI Wilayah IV.
"Saya kira jumlah ini akan bertambah. Berhubungan 14 Februari pemilu, maka kita sepakati 15 Februari mahasiswa masuk ke desanya," kata Samsuri.
"Konsepnya gotong royong, program inovasi ini mahasiswa untung dengan ilmu yang didapat di lapangan langsung dan saling bertukar informasi dengan mahasiswa dari kampus lainnya. Ada saling menguntungkan, simbiosis mutualisme gotong royong membangun desa," pungkasnya.