Pengukuhan ini memiliki makna bahwa Paskibra memiliki jiwa ksatria, satu dalam perkataan dan perbuatan (integritas), bertanggungjawab, rela berkorban untuk Ibu Pertiwi, Tanah Air Indonesia.
Baca Juga:
TNI dan Pemda Berhasil Pulihkan Jalur Tarutung–Sibolga Sumatera Utara Pasca Longsor
Pengukuhan ditandai dengan pengucapan ikrar oleh putra-putri paskibra Sulawesi Utara. Diawali oleh Alexander Lengkey yang meletakkan Sang Merah Putih didadanya. Dilanjutkan dengan pengucapan ikrar oleh seluruh anggota Paskibra.
Wagub Sulut mengatakan peringatan 17 Agustus ini memupuk rasa cinta Tanah Air, cinta kepada bangsa dan Negara oleh generasi muda.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap untuk Dukung Pemulihan Warga Terdampak
"Kita berharap, sesuai dengan doa yang telah dipanjatkan, kegiatan akan berlangsung dengan aman dan lancar walaupun menggunakan protokol kesehatan yang ketat, namun kekhusukan dan hikmatnya acara tetap terlaksana", pesan Drs. Steven O. E. Kandouw.