Ditempat yang sama, Ketua Pelaksana Festival Kreativitas Pemuda 2022 Firman Bagja Nugraha menerangkan jika Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat berada di urutan ke-20 dari 34 Provinsi di Indonesia pada saat 2019.
Bahkan, seiring perkembangan waktu dan pesatnya perkembangan teknologi informasi serta kurangnya minat dan perhatian para pemuda terhadap seni budaya asli milik Indonesia, kini menjadi tenggelam.
Baca Juga:
Sapu Bersih Togo di Davis Cup 2026, Tim Tenis Putra Indonesia Melaju ke Grup II Dunia
"Oleh sebab itu, kreativitas pemuda ini sangat penting untuk bisa melestarikan seni dan budaya Indonesia. Apalagi saat ini arus budaya asing yang kuat, sudah mulai masuk hingga ke pelosok-pelosok desa," paparnya.
Firman juga menilai, pergeseran adat dan budaya telah tampaknya dan merubah wajah anak-anak negeri yang lebih memilih budaya asing untuk dibanggakan.
"Kita bisa lihat, hanya sedikit saja ada seorang remaja ataupun pemuda kita yang bisa membawakan tarian tradisional. Dan sesuatu yang aneh jika kita menemukan seseorang yang mengenakan busana kain khas Indoneisa dalam kesehariannya," terangnya.
Baca Juga:
Kemenpora Dukung Penguatan Isu Lingkungan Hidup untuk Wujudkan Asta Cita
Sementara itu, Firman juga menjelaskan jika pelaksanaan Festival Kreativitas Pemuda, salah satunya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda Jawa Barat dan Indonesia.
"Bahkan untuk melestarikan dan menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya asli Indonesia. Juga demi membangun kebersamaan dan membangun kreativitas para pemuda, khususnya di Kabupaten Sumedang," tuturnya.
Firman juga menambahkan, acara tersebut dilaksanakan sejak Jumat (2/9/2022) kemarin dan akan berakhir Minggu (4/9/2022) besok.[rsy]