"Ya sendiri, banyak juga tetangga yang buat begini, karena memang ini bisnis home industri," ucapnya.
Masih kata perempuan paruh baya itu, bahwa tusuk sate yang dibuatnya itu sudah dikenal di kalangan pedagang pasar dan masyarakat.
Baca Juga:
Idul Adha: PLN UID Jaya Bagikan 2.268 kg Daging
"Pelanggannya dari pasar, warga sekitar juga ada. Hari ini saja saya mau kirim ke Pasar Cigasong, Ciborelang, dan banyak lah," jelas dia.
Ti'ah mengaku, untuk setiap satu ikat tusuk sate yang diperkirakan berjumlah 400 biji per ikatnya itu dibanderol dengan harga Rp 5.000.
Pihaknya pun bersyukur, di momentum menjelang hari raya Idul Adha ini, Ti'ah kebanjiran orderan.
Baca Juga:
Momen Idul Adha 1445 Hijriah, CCEP Indonesia Salurkan 37 Kambing dan 6 Sapi ke Masyarakat
"Keuntungannya ya sekitar Rp 250 ribu lah sehari. Keuntungannya pasti dua kali lipat, karena biasanya hanya terjual setengahnya," katanya.
Pantauan di lokasi, produksi tusuk sate Ti'ah dilakukan dengan manual.
Meski usianya tak lagi muda, Ti'ah masih cekatan memotong satu buah bambu ukuran besar menjadi helaian tusuk sate.