Erwin meminta masyarakat bersabar, karena pada faktanya, dalam menjalani tahap penanganan, Kota Bandung juga dihadapkan pada kondisi pembatasan jumlah pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.
“Step by step kita lakukan. Kami terbuka dengan usulan dari masyarakat. Kalau teknologinya aman, nyaman, dan berizin, kenapa tidak kita adopsi?” katanya.
Baca Juga:
TPA Cipeucang Ditutup, Tangsel Rogoh Rp90 Juta per Hari untuk Buang Sampah ke Cileungsi
Erwin optimis Kota Bandung bisa mengatasi krisis sampah ini.
“Kami bukan Superman atau Batman. Tapi insyaallah, dengan tahapan yang kita lakukan dan dukungan semua pihak, Bandung akan bebas dari sampah,” tegasnya.
Sementara itu, Mugi Sudjana, inisiator teknologi insinerator hidrogen menjelaskan, mesin rancangannya mampu memusnahkan hingga 2 ton sampah per hari.
Baca Juga:
PLN Dukung Optimalisasi Pengelolaan Sampah Jakarta, Tambah Daya Listrik Jakarta Recycle Center hingga 555.000 VA
“Mesin ini belum ada namanya. Namun sudah beroperasi sekitar lima bulan. Per jamnya bisa memusnahkan sampah sampai 200 kilogram, makin panas malah makin cepat. Residu yang dihasilkan juga sangat sedikit,” kata Mugi.
Mugi menuturkan, kunci keberhasilan teknologi ini terletak pada keandalan operator.
“Kalau operatornya rajin dan terlatih, hasilnya akan maksimal,” ujarnya.