"Tak hanya itu pula para petugas haji kloter pun turun tangan, baik saya, Ketua Kloter H Abdul Aziz dan TPHD Jejep Falahul Alam," ucapnya.
Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa jamaah tersebut tidak tertolong.
Baca Juga:
Mantan Menteri Agama Yaqut Qoumas Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Selama Delapan Jam
Menurut dia, dari hasil pemeriksaan sendiri almarhum tidak termasuk dari 30 orang calon haji yang memiliki risiko tinggi (risti) atau memiliki riwayat penyakit yang diidap jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"Kalau sejak awal pemeriksaan yang dilakukan tim kementerian kesehatan selama tiga lapis, almarhum sehat. Namun diduga karena serangan jantung, nyawa almarhum tidak tertolong,” jelas dia.
Pihaknya mengingatkan, para jamaah agar selalu menjaga kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji.
Baca Juga:
Biaya Haji 2026 Turun Jadi Rp87,4 Juta, Jemaah Bayar Hanya Rp54,1 Juta
Sebab ibadah dalam kondisi tidak acceptable akan mempengaruhui dalam kekhusuan dan kenyamanan seorang hamba.
Para jamaah pun diminta jangan terlalu banyak menguras energi, agar nanti dalam puncak ibadah haji pada pelaksanaan ibadah di Arofah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) masih tetap dalam kondisi prima dan tidak sakit.
Armuzna sendiri merupakan puncak ibadah haji, di mana pada fase Armuzna dipenuhi degan ritual ibadah yang memerlukan kondisi kesehatan yang baik.