JABAR.WAHANANEWS.CO — Komisi II DPR RI tegaskan komitmen untuk terus mendukung keberlanjutan dan kemajuan IPDN dalam segala aspek. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim/Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda beserta rombongan pada saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI.
"Komitmen DPR RI mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur di IPDN karena berdasarkan pantauan kami ketersediaan infrastruktur di IPDN belum berbanding proporsional dengan jumlah praja yang ada," tutur Rifqinizamy Karsayuda, Rabu (11/03/2026).
Baca Juga:
Dalam 1 Bulan, Misi Kemanusiaan IPDN-Kemendagri di Aceh Berhasil Perbaiki Sistem Demokrasi
Dikatakan Rifkinizamy, tahun 2026 dengan bantuan Presiden RI, anggaran IPDN dari APBN akan ditambahkan.
"Dari tahun lalu diangka 578 Miliar, insyaallah tahun 2026 ini menjadi 814 Miliar. Anggaran ini akan dialokasikan untuk menyelesaikan perbaikan mess kesatriaan di IPDN serta fasilitas-fasilitas penunjangnya," beber Rifqi.
Ia menjelaskan, selain perbaikan mess atau tempat tinggal praja IPDN beserta sarana pendukungnya, anggaran terkait lauk pauk praja IPDN juga menjadi perhatian Komisi II.
Baca Juga:
Satgas Pemulihan Pasca Bencana Aceh Dari IPDN-Kemendagri Berhasil Perbaiki Sistem dan Bantu Warga
"Jika dibandingkan dengan Akpol, AD dan AL yang anggaran makan taruna/i nya mencapai Rp 75.000,- perorang perhari, IPDN ini hanya Rp 43.000,- perorang perhari. Dengan adanya Banpres ini akan mendorong kenaikan anggaran makan praja dengan harapan ketersediaan makanan yang bergizi akan menghasilkan calon-calon pamong praja yang lebih berkualitas," ujarnya.
Selain komitmen untuk mendukung kemajuan IPDN, kata Rifkinizamy, hadirnya Komisi II DPR RI juga untuk menegaskan komitmen terkait _bounding_ emosional DPR RI dengan purna praja diseluruh Indonesia.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto yang mendampingi pelaksanaan Kunjungan Kerja ini mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan oleh DPR RI.
Menurutnya, Kemendagri bersama dengan Rektor IPDN sedang melakukan pembenahan menyeluruh di IPDN mulai dari sistem penerimaan capra, kurikulum, dan pembinaan didalam.
"Pekerjaan rumah IPDN kedepan yakni melakukan pembenahan kurikulum yang relevan, _rebranding_ kampus dengan dilaksanakannya perbaikan kultur akademik dan pembinaan, aktivasi alumni dan menjaga semangat Bhineka Nara Eka Bhakti," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si menyebut bantuan Presiden dalam anggaran APBN tahun 2026 yang dicanangkan itu, akan segera dialokasikan.
"Akan kami gunakan untuk mengganti seluruh tempat tidur dan lemari pakaian praja, juga akan dilakukan rehab asrama praja," tuturnya.
Rektor IPDN juga meminta dukungan lain kepada Komisi II DPR RI terkait jumlah praja IPDN tahun 2026.
"Kami sudah sampaikan kuota IPDN tahun ini kepada Menpan RB yakni sebanyak 1.410 praja, semoga Komisi II DPR dapat membantu mendorong kuota ini kepada Menpan RB yang juga berada dibawah pimpinan Komisi II DPR RI," ujarnya.
Menurutnya, jika penerimaan IPDN dibawah 1.200 orang, ini akan mempengaruhi terhadap asrama yang kosong dan dosen yang tidak memiliki jam mengajar.
Pada kesempatan ini, hadir pula Gubernur, Bupati, Walikota, Sekretaris Daerah dan Pejabat Esselon I Kementerian yang merupakan alumni IPDN. Kehadiran para alumni ini untuk turut serta berdialog dengan Komisi II DPR RI terkait keberlangsungan dan kemajuan IPDN kedepannya.
[Redaktur: Mega Puspita]