WahanaNews - Priangan Timur | Petani Tebu Bersatu (Petebu) menjaring aspirasi untuk mewujudkan swasembada gula nasional di Kabupaten Subang, Sabtu (24/12/2022).
Petebu menggelar sarasehan bersama ratusan petani tebu di Lapangan Bermar, Desa Pasir Bungur, Kecamatan Purwadadi, Sabtu (24/12/22).
Baca Juga:
Raup Keuntungan Hingga Rp250 Juta Perbulan, Penjual Minyakita Palsu Ditangkap Polisi
Para petani itu berasal dari sembilan desa dan tiga kecamatan di Kabupaten Subang. Saresehan bertajuk 'Petani Tebu Subang Bertekad Mendukung Percepatan Swasembada Gula' itu bertujuan membangun solidaritas, mencari solusi dalam memperbaiki tata kelola industri gula, baik hulu-hilir, guna mewujudkan target swasembada gula nasional.
"Sarasehan ini kita berkoordinasi dengan para petani, para penggarap terkait, dengan harapan agar dapat menemukan solusi-solusi terbaik," ujar Ketua DPW Petebu Jabar, Kibagus Wardilah.
Kibagus menyatakan, petani tebu di Kabupaten Subang saat ini menggarap lahan HGU PT Rajawali II yang tersebar beberapa kecamatan dengan pola kemitraan. Dari 12.000 hektare (ha), lahan yang dimanfaatkan untuk ditanami tebu baru 5.161 ha.
Baca Juga:
Bulog Bantu Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Tebu di Blora
Mereka, ujar Kibagus, mengeluhkan sejumlah hal. Salah satunya, pabrik gula (PG) Rajawali II yang menjadi pusat penggilingan tebu Kabupaten Subang. Namun, sejak 2018, PG Rajawali II berhenti beroperasi.
Akibatnya, para petani tebu harus menggiling hasil panen tebu ke PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sejauh 89 kilometer (km).
Dalam menjual tebu ke PG Jatitujuh, petani tidak langsung ke lokasi, tetapi melalui kontraktor di Subang dengan harga rendeman selisih lebih dari 2 persen dari rendeman pabrik gula jika petani menjualnya langsung ke PG.