WahanaNews-Jatinangor | Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat masih menjadi daerah yang terancam banjir.
Berdasarkan informasi dari Pemerintah Kecamatan setempat, ratusan warga tersebut tersebar di tujuh desa, di antaranya Desa Cileles, Desa Cilayung, Desa Cikeruh, Desa Mekargalih, Desa Cipacing, Desa Sayang, dan Desa Hegarmanah.
Baca Juga:
Pastikan Wilayah Hukum Kondusif Kapolres Binjai Cek Pospam & Posyan
"Berdasarkan catatan Pemerintah Kecamatan Jatinangor, sebanyak 68 KK dengan 214 orang jiwa terdampak banjir," kata Camat Jatinangor Herry Dewantara di Jatinangor, Minggu (9/1/2022).
Selain itu, kata Herry, banjir juga menyebabkan satu sekolah dan satu Masjid turut terdampak, dan sawah milik warga seluas 8 hektare terendam.
Menurutnya, banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan luapan Sungai Cikeruh.
Baca Juga:
Erick Thohir: Kemenangan Timnas U-17 atas Korsel adalah Momen Bersejarah
Meski begitu, kata dia, untuk mengantisipasi banjir susulan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Kementerian dan Satuan Kerja Tol Cisumdawu.
"Kami sudah salurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak, dan telah berkoordinasi dengan dengan Kementerian dan pihak Satker Tol Cisumdawu," tuturnya.
"Untuk penyebab banjir banjir akan dikaji secara teknis, dan hari senin besok akan melakukan zoom meeting dan nantinya akan ditindak lanjut dan assesmen ke lapangan," tutur Herry, menambahkan.
Herry menyebutkan, kebutuhan mendesak yang dapat membantu warga terdampak antara lain sembako,
alat kebersihan, tikar, selimut, bantal, handuk, dan kawat beronjong.
Selain itu, Herry meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim penghujan tahun ini.
"Warga diimbau untuk waspada, terutama warga yang tinggal di daerah pegunungan dan bantaran sungai," kata dia. [rda]