Berdasarkan ketentuan tersebut, parameter ekonomi makro yang digunakan untuk Triwulan I Tahun 2024 adalah realisasi pada bulan Agustus, September, dan Oktober Tahun 2023, yaitu kurs sebesar Rp15.446,85/USD, ICP sebesar 86,49 USD/barrel, inflasi sebesar 0,11%, dan HBA sebesar 70 USD/ton sesuai kebijakan DMO Batubara.
Tak hanya itu, PLN, kata Darmawan, pun memastikan bahwa pihaknya terus memantau keamanan pasokan listrik di masa libur Natal dan Tahun Baru 2024, termasuk di wilayah destinasi wisata.
Baca Juga:
PLN Electricity Services Raih Penghargaan 8th Indonesia Best CSR Awards 2026
PLN juga telah menetapkan masa siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) yakni, masa siaga ini dimulai dari 15 Desember 2023 sampai dengan 8 Januari 2024.
Hal tersebut dilakukan guna memberi rasa aman sekaligus kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan.
"Kami siapkan sebaik-baiknya dengan memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi prima. Maka dari itu, kami sudah mempersiapkan sejak jauh hari setiap pembangkit kami, jaringan transmisi, jaringan distribusi, pelayanan pelanggan, serta control center kami," kata Darmawan.
Baca Juga:
PLN Electricity Services Turunkan 30 Ribu Lebih Petugas Selama Idul Adha 1447 H
Dikatakannya, masa siaga yang ditetapkan PLN telah sesuai dengan perkiraan puncak arus mudik dan balik Nataru dari tanggal 22 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024.
PLN mengutip hasil survey yang menunjukkan bahwa pemudik Nataru mayoritas berasal dari Jawa Timur dengan total jumlah pemudik sebanyak 17,54 juta orang.
[Redaktur: Mega Puspita]