Nining menjelaskan, minat pembeli internasional terhadap komoditas unggulan Jawa Barat juga terus meningkat. Awalnya terdapat perwakilan dari 11 negara yang terdaftar mengikuti business matching, namun jumlah tersebut bertambah menjadi 14 negara selama pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, sekitar 80 pembeli dan penjual turut berpartisipasi secara hybrid, baik secara daring maupun luring.
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
Menurut Nining, WIITEX berhasil menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, penjual, dan eksportir dari berbagai negara.
"Mereka dapat menemukan berbagai komoditas unggulan yang telah melalui proses kurasi kualitas dan kuantitas sehingga memberikan keyakinan untuk melanjutkan kerja sama bisnis," katanya.
Ia optimistis penyelenggaraan WIITEX akan semakin memperkuat ekspansi pasar produk unggulan Jawa Barat sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya standar mutu, keberlanjutan, serta preferensi pasar global yang kini semakin mengedepankan aspek kesehatan dan keberlanjutan.
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
Dengan berakhirnya WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap jejaring bisnis yang terbangun, peluang perdagangan yang tercipta, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri, perdagangan, dan perekonomian Jawa Barat.
[Redaktur: Mega Puspita]